4 July 2009 • Selamat Siang

Juminten

Juminten Seks

Maaf, jika Anda membaca judul di atas, jangan berasosiasi dengan yang aneh-aneh terlebih dahulu. Tidak ada sesuatu yang porno maupun vulgar pada acara Juminten tanggal 1 Agustus 2008 lalu. Justru Juminten itu diisi dengan sharing mengenai vasektomi yang diberikan oleh Duta Vasektomi Blogger, Mas Yahya Kurniawan.

Semuanya berawal dari canda khas CahAndong yang melontarkan kutukan Jomblo bagi mereka yang melanggar aturan tertentu. Mas Yahya dengan gesit mengatakan bahwa bila dia yang berada di posisi itu, kutukan tidak berlaku, wong bagaimanapun dia sudah punya istri.

Lalu dengan tidak kalah gesit jelata lain memberikan alternatif berupa kutukan mandul yang berlaku untuk Mas Yahya. Namun ternyata kutukan inipun tidak mempan karena Mas Yahya sudah menjalani vasektomi dan berarti sudah mandul.

Berangkat dari situ, ternyata banyak yang penasaran mengenai apa dan bagaimana vasektomi itu. Nah, supaya lebih seru, disepakati pembicaraan mengenai vasektomi akan dilaksanakan pada Juminten. Supaya lebih berkesan bombastis dan dramatis, maka Juminten tersebut diberi tema Juminten Seks.

Dan seperti sudah diduga, para jelata mengikuti acara ini dengan antusias. Nyaris tidak ada yang OOT. Acara Juminten Seks berakhir pada pukul 22.30 seiring dengan pulangnya Mas Yahya ke rumah dan acara dilanjutkan dengan Juminten “normal”.

Tags: , 36 Komentar Juminten - Kopdar

Sekadar Juminten

Hiruk pikuk jogja di malam hari, tak pernah menjadi jemu bagi para jelata. Setiap hari bersalin dengan cepat, dan hari Jumat yang dinanti. Berbagai macam kalangan datang menikmati malam di perempatan kantor pos besar atau kawasan nol kilometer, sekadar bercengkerama dengan teman, bercerita penat dan dera rutinitas pekerjaan.

Suasana guyub, kebersamaan dan canda ria rupanya menarik Kang Hedi (sekadarblog.com) untuk datang merapat. Di sela kesibukannya meliput salah satu event kejuaraan Futsal tingkat nasional di GOR UNY, beliau berkeinginan untuk ikut bergabung di acara jumintenannya jelata-jelata CA. Sebenarnya sudah sejak hari pertama Kang Hedi di Jogja, setiap malam diculik oleh anak-anak CA. Malam pertama, dihabiskan menyeruput kopi joss di Angkringan Tugu bersama-sama para jelata. Kali ini juga ditemani Mas Iman Brotoseno yang sedang ada syuting di Jogja, dan Sarah Buanadara yang sedang kangen jelata. Malam kedua, dihabiskan dengan mendengarkan musik akustik di Kinoki Kotabaru. Dan malam ketiga dengan berjuminten.

Semoga Kang Hedi datang lagi ke Jogja dan bisa jumintenan lagi (saat Funkshit mulai melucu lagi). Semoga kapan-kapan sempat main bola sama Kang Hedi. :P 

11 Komentar Juminten

Juminten Batik

Sambil menjamu tiga teman-teman dari multiply Jakarta sedang melancong ke Jogja. Yaitu Tity, Jhajha dan Azhar yang diperkenalkan oleh Nico. Mereka bertiga sempat menyangka kami selalu menggunakan batik pada saat berjuminten. Padahal ini hanaya rasan-rasan yang kemudian terealisasi.

Pada malam itu hampir semua jelata berpakaian batik, kecuali beberapa orang yang cukup ‘nyeleneh’. Ada yang menggunakan slayer motif batik (Nico), lingerie selendang batik (memeth) atau membawa kain polos buat dibatik (Leksa). No problem, intinya bukan pemaksaan kok, cuma pengen asyik-asyikan aja, Sayang yang disayangkan adalah, Pak RT yang biasanya datang pakai batik malah tidak datang.

Terima kasih untuk semua teman-teman yang sudah datang ke Juminten minggu lalu. Kapan-kapan kita pakai batik lagi yaaa.. :D

14 Komentar CahAndong - Juminten

Juminten Asep

Asep : Akhir Sebuah Penantian ; Meminjam nama seorang bloger.

Akhirnya Mas Iman dan Sarah datang juga ke juminten. Juminten, pestanya rakyat jelata memang jadi tempat perayaan para buruh-buruh pabrik imajiner di kota Jogja. Setiap jumat malam, penat yang disusun oleh kepingan-kepingan deadline tergantikan oleh kebahagiaan yang datang melalui canda dan tawa teman-teman jelata.

Seminggu sebelumnya sudah tersusun rencana untuk melihat Aksi Pantomim dari Bizot. Rencana yang digadang-gadang dari jauh-jauh hari itu harus gagal karena kehabisan stok tiket. Sempat kuciwa, tapi semua kekecewaan yang datang itu selalu tergantikan oleh kebahagiaan yang lain. Mas Iman dan Sarah serta Angki (tidak termasuk Siwi) menjadi pelengkap kebahagiaan canda tawa jelata malam Juminten itu.

Kenapa disebut ASEP Akhir Sebuah Penantian ? Belakangan ini di kalangan jelata selalu beredar gosip bahwa sarah akan datang ke acara Juminten. Sempat diduga ini adalah rangkaian konspirasi para elit kasultanan agar jelata yang datang ke Juminten ramai riuh. Tapi jumat demi jumat terlalui dan kedatangan Sarah pun jadi angin lalu. Semua berita rencana kedatangan Sarah diklaim sebagai HOAX. Tenyata penantian panjang dan melelahkan itu berakhir kemarin malam, Sarah pun datang dari lorong gelap dengan senyum mengembang kepada seluruh jelata yang datang malam itu. Oh…

Terima kasih buat Mas Iman Brotoseno, Sarah, dan Angki Bukaningrat atas kunjungannya ke Jelatakarta!

26 Komentar CahAndong - Juminten - Suguhan

Pantomim Le Mime Bizot atau Penginapan Bu Broto?

Setiap pagelaran Juminten bulan Juni-Juli ini bakal penuh hiburan. Kawasan nol kilometer memang bakal penuh sesak, dan bakal ditarik biaya parkir kendaraan kami. Iya, karena selemparan batu dari lokasi Juminten, memang sedang ada hajatan besar berbagai komunitas seni di dalam acara Festival Kesenian Yogyakarta Ke-20.

Jumat (13/06) esok, bertepatan dengan acara Jumintenan, bakal ada 2 acara menarik yang mungkin bisa dijadikan menu pembuka Juminten.

Yang pertama akan ada aksi pantomim dari Le Mime Bizot, lokasinya sih (agak) jauh dari lokasi utama FKY, yaitu di Auditorium LIP (Lembaga Indonesia Perancis) Sagan pukul 19.30 WIB. Judul pementasannya : “Tahap-tahap Kecil Kebahagiaan”.

Le Mime Bizot

Sejak lebih dari 30 tahun, pemain pantomim Bizot, yang sekaligus merupakan pengajar, sutradara dan seniman, bergelut dalam bidang seni tidak hanya di Eropa, namun juga di Amerika Latin, Amerika Serikat, Afrika maupun Asia. Zen RS si Pejalan Jauh memameri penghuni milis soal aksi Bizot, “Pantomimnya bizot keren tuh. buktikan saja.” Begitu katanya di milis.

Poster : Penginapan Bu Broto

Satunya lagi ada acara Mari menonton yang kali ini akan memutar film Penginapan Bu Broto di Gedung F (Audio Visual) Benteng Vredeburg pukul 19.00 WIB. Bagi yang pernah menyaksikan drama berseri “Losmen” di TVRI (jaman jadul lho ini), katanya ini adalah versi film dari drama berseri itu. Pemainnya ada tante Cintami Atmanegara, tante Ida Leman, om Mathias Muchus, om Agust Melaz dan pemain dunia perfilman Indonesia kawakan lainnya. Film berdurasi 104 menit ini memang akan diputar beberapa kali di arena Mari Menonton FKY XX 2008, tapi sepertinya juga bakal seru kalau para jelata bisa ikut nonton bareng-bareng.

Jadi, milih Le Mime Bizot atau Penginapan Bu Broto?

NB : Khusus Tika, kamu gak usah ikut dulu ya, Mbak? Kejar dulu seminggu-mu ini baik-baik.

14 Komentar CahAndong - Juminten

Upacara Kenaikan BBM

Kabarnya malam ini (23/05) pukul 21.00 bakal diumumkan soal kenaikan BBM.

Pasti ini strategi pemerintah agar tidak terjadi huru-hara!

Bagaimana tidak, pada jam tersebut, para jelata malah sedang gojek kere di Nol Kilometer Jogjakarta! Benar-benar kelewatan banget, memanfaatkan kelengahan para jelata.

Baiklah, sekarang atau nanti, BBM pasti naik. Terasa mahal atau biasa saja, tinggal bagaimana iktikad pemerintah nantinya. Apakah BLT akan kemjadi solusi atau sekedar penambal lapar yang kualitasnya tak lebih baik dari tambal ban pinggir jalan.

Jika kemudian ini dipelintir jadi soal penyelamatan ekonomi bangsa ketimbang menyelamatkan popularitas, saya tau pak, berjanji itu sulit. Apalagi menepati.

Daripada bingung dan emosi soal BBM mendingan ke Nol Kilometer, gojek kere bersama kami!

**pancal motor ke nol kilometer**

14 Komentar CahAndong - Juminten

Menanti Pelangi

Di sela kesibukan menonton kekalahan Indonesia dalam perebutan tiket final Piala Thomas, para jelata menyempatkan diri untuk berkumpul di lokasi Juminten.

Di tengah kesibukan dan padatnya jadwal, tiada yang paling ditunggu dalam barisan tujuh hari seminggu selain Jumat Malam di kawasan nol kilometer. Dipercayai atau tidak, di sinilah semua penat bisa terkupas, semua masalah seolah tak berbekas, dan semua kegundahan hilang sirna. Kekecewaan mendalam akan kekalahan Tim Thomas Indonesia berganti dengan canda tawa yang ngeselin.

Mengharap kemenangan Indonesia di kala peringatan Kebangkitan Nasional ke-100 tahun ini adalah bagai mengharap pelangi di malam hari.

Eh, memberi judul entry ini dengan ‘menanti pelangi’? Tidak usah bingung, tanyakan pada peserta Juminten minggu ini. Pasti mereka bisa menjawabnya.

Tamu Khusus : Kang Pepeng, dan Kang Lowo. Thank’s Bro.

15 Komentar CahAndong - Juminten - Kopdar

Pakde Menengok Juminten

Kali ini pakde datang lagi! Aseeeek.

Pak Menkopul, saya ikut Juminten malam ini ya” begitu bunyi pesan singkat dari Pakde Mbilung.

Saya langsung pamer ke Zam soal kedatangan Pakde, jawabnya singkat ” Pakde saya utus ke Jogja untuk memperbaiki akhlak kalian yang menjahati Sultannya dengan SMS iming-iming“.

Akhirnya pakde pun datang, kami sambut dengan sukaria. Oh, siapa tak suka Ria?

Memang sangat disayangkan bahwa ini adalah Juminten perdana tanpa Zamroni di Jogja. Dia (Zam-red) sedang menikmati suasana hingar-bingar di klub malam Jakarta bersama para eksekutif-eksekutif muda lainnya. Dan kamipun, para jelata mendengarkan dongeng dari Pakde Mbilung dan bergojek sampe kere!

Pulang juminten? Makan bandeng sama mas ganteng.

17 Komentar CahAndong - Juminten - Kopdar

Jamuan Terakhir

Sebenarnya saya dan kami tak senang dengan kata “terakhir“. Semua yang ada kata “terakhir“, pasti akan menyesakkan. Sedih atau apapun itu.

Kepergian Sultan ke Barat, tentu membuat kami cukup alasan untuk bersedih. Sebodoh apapun ekspresi Sultan saat berpose, tak mengurangi keinginan kami untuk terus berlama-lama dengannya. Sifat akomodatifnya memang tak tergantikan, dan kami memang tak ingin ada ganti.

Sultan yang hendak melanglangbuanadara ke Jancukarta itu menginginkan semua bala tentara CA datang berkumpul Jumat esok. Bukan melepas kepergiannya, tapi cuma bercanda untuk terakhir (setidaknya bulan April ini), karena ini memang jumat terakhir di bulan April.

Saya tahu, dan kami tahu, Sultan pasti rindu Kawasan Nol Kilometer ini. Meski dia berada di jarak ratusan kilometer di barat sana, hatinya tetap di sini. Lagu Serenade tetap akan kami kumandangkan untuk mengingat jasa-jasamu.

Dan ingatlah, jika longgar waktumu di barat sana, luangkan waktu sejenak untuk mengendurkan urat syaraf di sini.

Eh, Siapa yang mau datang besok Juminten? 25 April 2008! Ayo tunjuk hidung!!

34 Komentar CahAndong - Juminten - Kopdar

Hoek di Juminten!

Buat fara bayudh yang fenasaran dengan makhluk buatan furwokerto ini, bisa merapat di Juminten minggu ini. Siapa lagi kalau bukan Hoek Soegirang! Hohohohoho!

Siafkan ferut lafar, siapa tau beliau membawa gethuk goreng atau cewek-cewek Unsoed yang jadi pelanggan warnet Hoek!

Akan tetafi, pada fergelaran istimewa ini sefertinya Sri Sultan masih menghitung uang gaji 7,5 juta perminggunya di Jancukarta. Dan Menkoful terfaksa tidak bisa ikut merafat karena ada tugas buruh ke fulau dewata.

Semoga Hoek fuas dijamu para jelata yang kebanyakan adalah fara bayudh!

14 Komentar